Astaghfirullah!!!Kehidupan Si "Kucing", Pekerja Seks Biseksual di Kota Malang

MALANG, KOMPAS.com — Pekerja seks komersial (PSK) laki-laki yang siap melayani perempuan dan juga laki-laki populer di Kota Malang dengan sebutan "kucing". Konon, operasi si "kucing" di wilayah Malang mulai terdengar sejak tahun 2011 lalu. Namun, komunitas ini melakukan operasinya secara tersembunyi.

"Saya berprofesi 'kucing' sejak berada di Bandung selama tiga tahun. Setelah dari Bandung, pindah ke Surabaya karena diajak teman seprofesi," cerita DE, kepada Kompas.com, di sebuah kafe di Kota Malang, Senin (10/2/2014) malam.

Pria yang kini sudah berumur 36 tahun itu mengaku, sebelum berprofesi sebagai "kucing", awalnya ia masuk di dunia gay.

"Dari dunia gay itu, mulai banyak 'pesanan', baik dari kaum laki-laki dan juga perempuan," kata pria yang berkulit putih, berambut pendek ini.

Karena ada persoalan dengan teman profesinya, DE lantas pindah beroperasi ke Surabaya bersama SF, teman seprofesi lainnya.

Di Surabaya, DE dan SF malah menemukan tempat yang nyaman. "Karena di sana sudah ada perkumpulannya seprofesi," katanya, dengan tak mau menyebutkan nama perkumpulan di Surabaya itu.

Laris
Selama di Surabaya, DE tergolong "laris manis". Tak sedikit uang yang didapat dari profesi yang digelutinya. "Sekali melayani tamu, tarif tertinggi Rp 500.000. Paling rendah Rp 300.000. Dalam sebulan, saya bisa memperoleh uang Rp 6 juta, bahkan lebih," ungkapnya.

Awal mula DE masuk dunia itu ialah karena terpengaruh dengan ajakan teman. "Sebenarnya, saya normal, layaknya laki-laki biasa. Tapi, karena ajakan teman-teman gay di Bandung, untuk melayani laki-laki, saya masuk pada dunia itu. Sebagai tambahan penghasilan, saya juga melayani kebutuhan seks perempuan," kata dia.

Namun, yang mendorong pria lulusan fakultas ekonomi di salah satu universitas di Bandung ini untuk masuk ke bisnis ini adalah kisah putus cinta dengan pacarnya.

"Saya kecewa dengan perempuan, yang saat itu jadi pacar saya. Hal itu faktor utama saya masuk dunia 'kucing'," akunya.

Kini, di Malang, DE sudah memiliki banyak teman seprofesi. Namun, dia enggan menyebutkan tempat mangkal mereka saat malam hari.

"Rahasia soal mangkal saya. Yang jelas, sering keluar masuk diskotik dan hotel karena transaksinya di diskotik dan mainnya di hotel," kata pria yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Note: only a member of this blog may post a comment.

Thanks for your comment