Lagi, Kebohongan Jokowi Terbongkar, Pesantren Al Anwar: Tabloid Jokowi Dusta dan Fitnah!


Tabloid Obor Rahmattan lil Alamiin diperkenalkan oleh Joko Widodo alias Jokowi saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam di Jalan KH Hasyim Asyari, Banjarejo, Pagelaran, Malang, Jawa Timur, Jumat malam (27/6), seperti diberitakan Antara.

"Ini saya bawa tabloid, namanya Obor Rahmatan lil Alamiin, artinya rahmat bagi semesta alam. Inilah tabloid Obor yang benar. Ini yang kami buat," kata Jokowi, seolah ulama dan santri di sana tidak paham makna rahmatan lil alamiin.

Menurut Jokowi, isi tabloid tersebut tidak sama seperti tabloid Obor Rakyat yang sempat beredar di kalangan pesantren dan masjid-masjid. Dia memaparkan, tabloid Obor Rakyat berisi fitnah yang keji terhadap Jokowi.

"Tabloid yang kita buat ini isinya fakta, tidak menjelek-jelekkan, memfitnah, atau menghasut orang. Banyak sekali informasi yang kami berikan melalui tabloid ini," ujar Jokowi.

Entah apa yang dimaksud dengan fitnah yang keji oleh Jokowi, karena ternyata sampai sekarang belum ada peradilan yang memutuskan tabloid Obor Rakyat benar berisi fitnah atau bukan. Yang pasti, justru isi tabloid Obor Rahmattan lil Alamiin yang diperkenalkan Jokowi ditentang kebenarannya oleh Muhammad Fakhrurrozi, Ketua II Pondok Pesantren Al Anwar, yang diasuh oleh Hadlrotusysyaikh KH Maimoen Zubair, seperti termuat pada laman ppalanwar.com

Menurut Fakhrurrozi, tabloid yang diperkenalkan Jokowi itu mencatut nama guru besar Pondok Pesantren Al Anwar, Hadlrotusysyaikh KH Maimoen Zubair. Juga mencatut beberapa nama kiai lain yang telah resmi mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo-Hatta. Pencatutan nama itu, kata Fakhrurrozi , terkait pemberitaan berjudul “Fatwa 9 Kiai: Jokowi-JK Lebih Mashlahat”.

“Bahwa berita di atas adalah sebuah kedustaan dan fitnah yang sengaja disebarluaskan. Karena, KH Maimoen Zubair sejak awal sudah menggagas agar pilihan Pilpres 9 Juli 2014 diberikan kepada capres dan cawapres nomor urut 1 dan beliau secara resmi telah memberi dukungan kepada Prabowo-Hatta. Belum lama ini, beliau juga telah membuat pernyataan dukungan resmi untuk pasangan nomor 1 dan telah disebarluaskan melalui rekaman video,” ungkap Fakhrurrozi dalam laman tersebut.

Berikut video dukungan KH Maimoen Zubair kepada Prabowo:

Kemudian pernyataan lengkap Muhammad Fakhrurrozi bisa dibaca di sini.

Sebelumnya, Kamis lalu (26/6), seusai memberikan klarifikasi harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemilihan presiden, Jokowi juga dituding dan diteriakkan sebagai pembohong oleh para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Banteng Keadilan Rakyat (Bakar) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Puluhan orang itu berteriak-teriak, "Jokowi bohong, Jokowi belum pernah melapor ke KPK," teriak mereka di depan Gedung KPK, saat Jokowi tengah memberi keterangan kepada wartawa usai klarifikasi.

Tudingan massa itu terkait pernyataan Jokowi di depan para ulama dan santri Tasikmalaya, Jawa Barat, sewaktu Jokowi dan rombongan mendatangi Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis lampau (12/6). Ketika itu, seperti dikutip banyak media, Jokowi mengatakan, "Waktu ada berita mengenai bus TransJakarta, detik itu juga kepala dinasnya langsung saya copot. Kemudian dokumen-dokumen yang ada langsung kami berikan ke KPK."

Beberapa hari kemudian, Juru Bicara KPK Johan Budi SP memastikan KPK belum pernah sekalipun menerima laporan soal dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta, baik dari Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta maupun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Tidak pernah," kata Johan Budi, Selasa lampau (17/6).

Pernyataan KPK itu kemudian semakin dipertegas oleh pernyataan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok memastikan Jokowi belum pernah melaporkan kasus bus TransJakarta kepada KPK. "Enggak pernah ada surat resmi tuh. Pak Jokowi enggak pernah minta kasus ini diambil alih oleh KPK," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/6).

Ketika ditanya oleh wartawan setelah memberikan klarifikasi harta kekayaannya ke KPK, mengapa tidak melaporkan kasus korupsi pengadaan bus TransJakarta ke KPK,  Jokowi pun hanya mingkem, tak mengucapkan kata sepatah pun. Padahal, untuk pertanyaan-pertanyaan lain yang diajukan oleh wartawan, ia bersedia menjawab. Padahal juga, Jokowi rajin melapor ke KPK jika menerima hadiah, seperti hadiah gitar dari Metallica dan kacamata pemberian pebalap Jorge Lorenzo.

Berkali-kali wartawan bertanya mengapa Jokowi tidak melaporkan kasus TransJakarta ke KPK, Jokowi tetap mingkem. Jokowi tak memberi jawaban apa pun.

Pada Maret lalu, seperti diberitakan rmol.co, Kepala Inspektorat Provinsi (Inprov) DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan mengatakan, pihaknya menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan lebih terperinci lagi terkait kasus pengadaan bus TransJakarta. Menurut Franky, Jokowi lalu memilih lembaga Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta, bukan Badan Pemeriksa Keuangan atau KPK, sebagai lembaga yang menyelidiki kasus tersebut.

“Jadi, kami sarankan kasus ini harus dilakukan pemeriksaan lebih terperinci dan mendalam. Dan, Pak Jokowi memutuskan meminta BPKP untuk melakukan saran kami tersebut. Jadi, yang memutuskan BPKP terlibat bukan Inprov, tapi Pak Jokowi. Kami hanya menyarankan kasus ini didalami saja,” ungkap Franky.

Sumber: asatunews

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Note: only a member of this blog may post a comment.

Thanks for your comment